Dibangun Tahun 1884, "Pea Aek Tugal" Air Peninggalan Raja Sisingamangara XII

HUMBAHAS, Pearaja Sion Sibulbulon, Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Ialah salah satu bukti sejarah perjuangan terakhir Sang Pahlawan Nasional Sisingamangara XII.

Tak semua khalayak ramai mengetahui betul tempat ini, Selain jarak yang lumayan jauh dari pusat perkotaan Doloksanggul Humbahas yang menurut perkiraan kurang lebih 50 Km, Tempat ini tergolong sepi dan tersembunyi karena berada dalam lingkaran pegunungan yang dipenuhi hutannya yang masih asri.


Melihat sekitar perkampungan, selain berbagai tanaman yang sangat bagus seperti Padi, Jagung, Kacang, Karet dan lain-lain, bertanda kalau tanah disekitar itu pula sangatlah subur.

Pada sudut sisi kiri perkampungan, yang saat ini berdiri dengan kokoh salah satu tempat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan disekitar ini lah lokasi Markas Pejuang Pahlawan Sisinga Mangaraja XII berada. Taman dan jalan menuju gerbang Markas sisi kiri sebuah mata air yang dipercaya dahulu merupakan digunakan sang Pahlawan Sisingamangaraja XII. Pada bangunan segi empat yang menjalar tinggi seolah mendakan pos para panglima Raja yang dibuat kokoh pada sekitar markas ini.

Dipusat markas, terbentang bendera merah putih dan bendera merah putih hitam di kiri kanan sebuah tugu yang dibangun dua belas tingkatan dan seolah bertanda atau simbol Sisinga mangaraja XII menurut cerita masyarakat disana.


Sebenarnya, sangat kepigin sekali kelokasi Wafat dan Makam Sisingamangaraja XII, Putri Lopian, Dan Panglima Raja itu. Tapi karena faktor cuaca yang tidak mendukung dan waktu yang terlalu singkat mungkin direncanakan untuk hari mendatang saja, Selain dari Markas Raja Sisingamangaraja XII konon katanya memakan waktu yang masih lumayan jauh cuaca kala itu pun kurang mendukung(gerimis) dan kawan kesana tidak ada pula.

Fokus kepada Markas Raja. Ketika kita memandang pada sudut yang mengelilingi Lokasi ini tergolong sangat bagus, kita dimanja dengan pemandangan alamnya yang sangat indah seolah kita berkhayal bagaimana dulunya sang Pahlawan baik mengatur strategi, soisalisasi, berjuang, dilokasi ini.


Memang Saya sempat bertanya kepada masyarakat disana konon katanya kalau sang Raja, melintas dari lokasi ini menaiki kuda lewat hutan belantara dari lokasi Pearaja menuju Desa Simataniari dan langsung ke Kecamatan Pollung hingga menuju tempat kelahiranya Bakkara (Kecamatan Baktiraja).

Lho, berarti dahulu kala tempat yang sekarang menuju Parlilitan bukan lah jalan yang dilalui Sisinga Mangaraja pikirku. Dan yang bertanya batas wilayah loasi tersebut yang katanya sudah dekat dengan wilayah Pakpak Barat dan wilayah tele Samosir. Indah memang lokasi ini dan Humbang Hasundutan harus bangga menjadi pemilik sejarah nyata Pahlawan Sisingamangaraja XII.


Sebagaimana diketahui, Perayaan Hari Jadi Humbanghasundutan kali ini dipusatkan di lokasi ini. Ribuan masyarakat menghadiri acara tersebut, dan semoga kedepan dalam moment ini pula ada hikmahnya khususnya bagi masyarakat dan pengembangan parawisata Sang Pejuang Sisingamangaraja XII. Baik penataan infrastrukturnya, pengenalan wilayahnya, penataan lokasinya dan lain lain.

Karena Bangsa Yang Besar, Ialah Bangsa Yang Tidak lupa Akan Sejarah Bangsanya termasuk tidak melupakan Pahlawan kita dari Tanah Batak Raja Sisingamangaraja XII.

Minggu 29 Juli 2018
Sumber  :   Abed. Ritonga

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.