Dibalik Keindahan Batu Maroppa, Ada Cucian Kain di Dalam Gua, Lihat Vidionya

Catatan : Tagor Sitohang - Tamba Dolok Samosir

Dolok atau biasa disebut bukit di Desa Tamba kini semkain banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Diatas bukit ini kita bisa melihat keindahan Samosir, khususnya lembah di Desa Tamba Dolok, Kecamatan Sitio-tio kabupaten Samosir.

Keindahan ini terlihat karena adanya sebuah pemandangan bukit dan menceritakan sebuah kisah yang dinamakan Batu Maroppa.

 
Batu Marompa dalam bahasa Batak artinya batu yang menggendong. Sebutan itu berasal dari bentuk kedua batu yang bila diperhatikan posisinya terlihat berdempet. 

"Sebenarnya ada kisah dibalik batu ini, tapi biarlah kisah itu senyap dan menjadi cerita rakyat yang melegenda. Saya kurang pantas menceritakannya,"ungkap M. Tamba sal;ah satu pengelola Batu Maroppa kepada lintaspublik.com group Danau Toba Center peliput keindahan pariwisata di Danau Toba, Minggu (6/3/2021). 

Keindahan terpancar dari lokasi batu Maroppa ini, baik pemandagan persawahan, perbukitan, dan alam Danau Toba. 

Menikmati wisata alam batu Maroppa ini tidak dipungut biaya, hanya saja pengunjung dapat mendukung dana kebersihan dan pengelolaan secara sukarela yang telah dibuat dalam kota (Sumbangsih). Dan untuk menjangkau Bukit Maroppa ini anda harus sedikit mendaki.

"Kita mendaki sekitar 20 menitan, dan terbayar sudah setelah sampai diatas, seoalh kita berada di kepingan "sorga","kata Simsim Sitohang, bahwa melihat spot-spot foto dari berbagai sisi batu Maroppa juga terlihat seperti kepala naga yang mengaum (Kepala Naga).

"Satu sisi foto yang saya lihat, batu Maroppa seperti Naga yang mengaum diatas gunung,"jelas Simsim Sitohang bersyukur bisa mendaki dan menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan ini.

Peringatan 

Pengelola juga sering memperingatkan, agar pengunjung yang datang ke batu Maroppa tetap berhati-hati karena belum ada pengaman.

"Tetap hati-hati, kalau ada nyali kita bisa ke tepian batu itu, dan spot fotonya cukup keren sekali,"ungkap pengelola.

"Kalau tak sanggup yang dibawah, spot foto yang diatas juga bagus,"kata Tamba memperlihatkan bahwa diatas batu kita dapat melihat keindahan alam Danau Toba.

Mitos atau Cerita Misteri

Informasi yang dihimpun media ini, batu Maroppa memiliki cerita Konon, batu ini terbentuk akibat kutukan alam, jadi ada sepasang kekasih yang memiliki hubungan satu marga. Tau sendiri kan kalau orang Batak itu dilarang berpacaran dengan orang yang marganya sama ataupun yang punya padan.

Lantaran mereka berdua tidak peduli nasihat tetua atau larangan adat lokal. Akhirnya pasangan tersebut berubah menjadi batu. Terlihat juga dibawah batu Maroppa yang diameternya sekitar tiga sampai empat dibawahnya (gua) ada batu persipanjang atau berbentuk kotak seperti batua cucian.

"Jarang orang yang berani kesini (Melihat Batu Cucian Kain), karena ini masih tersembunyi. Kami juga masih merahasiakannya, karena kami takutkan ada orang yang tak pantas masuk, atau niatnya buruk,"ujar Tamba, bahwa sebagai pengelola mereka menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena alam juga meiliki kekuatan.

Pantauan media ini, Batu yang terlihat seperti cucian kain ini terhimpit diantara dua batu yang besar, dan terlihat batu ini warnanya cukup berbeda dari batu-batu yang besar itu (Batu Maroppa). Batu berbentuk petak itu terlihat bersih berwarna keputih-putihan.

Anda penasaran dengan keindahan di Batu Maroppa, atau anda ingin melihat dan menyaksikan Batu Cuciannya, silakan datang di Desa Tamba Dolok, Kecamatan Sitio-tio kabupaten Samosir. Kuncinya hanya satu, anda harus sopan, dan tidak mengeluarkan kata-kata tidak pantas, bahasa bataknya "Marsattabi" menjaga etika dan tatakrama, selamat berwisata di Danau Toba.*

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.