Jelajah Keindahan Desa Wisata Tipang, Surga Tersembunyi di Sisi Danau Toba

SUMUT, Jika berkunjung ke Sumatra Utara, tentunya wisatawan akan tertuju pada Danau Toba yang dikenal memiliki sejuta pesona.

Keindahan Desa Wisata Tipang/dok. Pemkab Humbahas

Namun, tak jauh dari sana, terdapat sebuah surga wisata tersembunyi yang tak kalah indahnya, yaitu Desa Wisata Tipang.

Desa ini terletak di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara. Jika berpergian dari Kota Medan, Anda perlu menempuh jarak sejauh 240 kilometer dari Kota Medan, serta 35 kilometer jika dijangkau dari Bandara Silangit.

Tak perlu khawatir, sebab akses jalan menuju Desa Wisata Tipang sangat mulus. Selama perjalanan, mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang memesona.

Belum lagi jika ditambah melihat berbagai daya tarik wisata yang ada di desa ini. Salah satunya, yaitu Pulau Simamora, pulau kecil tak berpenghuni yang dari atas terlihat seperti punggung kura-kura. Jalan menuju ke atas pulau ini terbilang terjal dengan banyak tanaman yang tumbuh cukup tinggi.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Sebab rasa lelah tersebut akan segera terbayar dengan udara segar dan panorama memukau yang dapat dinikmati di atas puncak.

Anda juga dapat melihat Air Terjun Jani dan Air Terjun Sigota-gota dari kejauhan. Desa Wisata Tipang juga dikenal melestarikan warisan budaya daerahnya.

Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ke Desa Wisata Tipang. (Foto: iNews)

Desa ini memiliki sanggar seni yang memberdayakan anak-anak muda untuk mengeksplorasi kreativitasnya.

“Kami juga mengajarkan anak-anak ini untuk memproduksi alat-alat musik, nanti finishing-nya kami yang akan mengerjakan. Harapannya, anak-anak ini suatu saat akan mentransfer ilmunya ke adik-adiknya lagi,” ujar Pembina Sanggar Daloid, Martunas Siburian.

Dalam kunjungannya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengapresiasi Sanggar Daloid yang ada di Desa Wisata Tipang dengan memberikan bantuan alat pertukangan untuk membuat alat musik tradisional.

“Kami kemarin dapat bantuan dari Kemenparekraf berupa alat-alat pertukangan, ada amplas, bor, ketam, alat potong, dan lain-lain. Alat-alat pertukangan ini sangat membantu kami dalam memproduksi alat musik,” kata Martunas.

Desa ini juga menyimpan peninggalan bersejarah, lho! Anda bisa menyaksikan secara langsung Makam Sarkofagus Debata Raja, yaitu perahu yang dipercaya berfungsi untuk mengantar roh ke dunia roh.

Peninggalan berusia ratusan tahun ini bagian depannya dipahat berbentuk topeng, tujuannya agar arwah tidak mengalami gangguan dalam perjalanan menuju dunia arwah.

Tak berhenti di sana, wisata sejarah jadi semakin menarik dengan menyaksikan benteng yang telah dibuat sejak 270 tahun lalu. Jika berjalan ke dalamnya, Anda akan menemukan dua buah Rumah Bolon yang berdiri kokoh.

Rumah adat Batak ini berbentuk rumah panggung, bagian bawahnya bisa digunakan untuk tempat bersantai atau tempat menyimpan ternak. Rumah tersebut berdiri kokoh dari topangan balok utuh dari satu pohon, dan dipenuhi ukiran dan ornamen yang dipercaya sebagai penolak bala yang melindungi pemilik rumah dari gangguan dan bahaya.

Uniknya, Rumah Bolon kini telah disulap warga menjadi homestay. Harganya pun sangat terjangkau, berkisar dari 120.000 per orang dan sudah termasuk sarapan. 

Soal protokol kesehatan Anda tak perlu khawatir, warga menyediakan tempat mencuci tangan dan selalu menyemprotkan desinfektan secara berkala.

Masuk dalam 50 besar Desa Wisata Terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, membuat Desa Wisata Tipang menjadi destinasi alternatif di Danau Toba.

Kepala POKDARWIS Desa Wisata Tipang, Gomgom Lumbantoruan menuturkan, upaya desa ini dalam meningkatkan sektor wisatanya patut diacungi jempol.

Menurutnya, sudah cukup banyak pengunjung yang datang ke desa ini. Beberapa pihak yang kini sudah merasakan dampak kunjungan wisatawan adalah para pemilik warung, pemandu wisata, dan pemilik restoran, serta homestay di Desa Wisata Tipang.

“Kemenpar juga sudah memberikan bantuan gazebo tiga unit, serta (pembuatan) website Desa Wisata Tipang yang bekerja sama dengan Institut Teknologi Del. Kemudian, ada pula pelatihan tata kelola desa wisata. Dukungan dari Kemenpar sejauh ini sudah tepat guna dan tepat sasaran,” ujar Gomgom.

Berkunjung ke Desa Wisata Tipang, tentunya tak lengkap jika Anda tak mencoba makanan khasnya, yaitu Sasagun.

Kudapan ini dibuat dari gula merah yang dipotong-potong hingga kecil dicampur dengan kelapa parut, serta campuran tepung beras merah.

Beras merah merupakan komoditas andalan Desa Wisata Tipang yang didaulat sebagai beras merah terbaik se-Sumatera Utara. Sesagun biasa dimakan ketika bersantai, wangi beras merahnya yang tercium kuat terasa nikmat dengan sentuhan rasa gula merah dan gurihnya kelapa.

Cocok sekali jika ditemani segelas kopi hangat! Saat ini, Sesagun sedang diproyeksikan dikemas untuk menjadi kuliner khas Desa Wisata Tipang.

Anda bisa membelinya sebagai oleh-oleh bersama anyaman pandan khas buatan tangan kreatif ibu-ibu di Desa Wisata Tipang. Jadi semakin penasaran dengan keindahan Desa Wisata Tipang, bukan? Tunggu apa lagi? Yuk, jelajahi indahnya pesona alam #DiIndonesiaAja!.  iNews.id/t

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.