Mantan Kadiv Humas Polri Irjen Pol (Purn) Edward Hasoloan Aritonang Wafat di Usia 72 Tahun

Danau Toba Center, Kabar duka datang dari keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia dan masyarakat Batak. Tokoh Polri sekaligus putra terbaik Desa Hutasoit II, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Edward Hasoloan Aritonang, meninggal dunia pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 10.41 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, dalam usia 72 tahun.

BACA JUGA  Ini The Kaldera, Destinasi Baru Danau Toba yang Dipuji Presiden


Disemayamkan di Cibubur, Dimakamkan di TMP Kalibata

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Perumahan Raffles Hills Blok F5 Nomor 7, Cibubur, Jawa Barat. Rencananya, jenazah akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 12.30 WIB.

Upacara pemakaman dijadwalkan dipimpin oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai inspektur upacara.

Almarhum meninggalkan seorang istri, Ny. Frida Adelaide Silalahi-Aritonang, serta dua anak yakni Robert Hasian Aritonang dan Ronaldo Goglas Moses Aritonang. Ia juga meninggalkan dua cucu, Arga Noah Aritonang dan Mireya Namora Aritonang.

Karier Cemerlang di Kepolisian

Irjen Pol (Purn) Edward Aritonang merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1977. Selama kariernya di Kepolisian, ia dikenal sebagai perwira yang cemerlang dan dekat dengan kalangan jurnalis.

Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain:

  •     Kapolres KP3 Pelabuhan Tanjung Priok
  •     Kadispen Polda Metro Jaya
  •     Kapolda Nusa Tenggara Timur
  •     Kapolda Jawa Tengah 
  •     Kadiv Humas Polri

Namanya semakin dikenal publik ketika ia menjadi juru bicara dalam investigasi Bom Bali 2002, serta saat menjabat Kepala Divisi Humas Polri.

Saat menjabat Kapolda Jawa Tengah, Edward Aritonang pernah berinteraksi dengan Joko Widodo yang saat itu masih menjabat Wali Kota Solo.

Ia juga pernah menjadi atasan dari Listyo Sigit Prabowo, yang kala itu menjabat Kapolres Pati dan kini menjadi Kapolri.

Dengan rendah hati, Edward pernah mengatakan bahwa perjalanan karier seseorang adalah rahasia Tuhan.

“Satu masa saya pernah memiliki jabatan lebih tinggi dari mereka, tetapi kemudian Tuhan mengangkat mereka lebih tinggi. Itu rahasia Tuhan,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Meski lahir di Rantauprapat, Sumatera Utara, Edward Aritonang memiliki kedekatan kuat dengan kampung halaman keluarganya di kawasan Muara, Tanah Batak. Sejak SMP hingga SMA, ia kerap diminta sang ayah untuk pulang ke kampung guna mengenal kehidupan keluarga.

Saat liburan sekolah, ia bahkan ikut turun ke sawah, menggembala kerbau, dan membajak sawah.

“Banyak orang salah persepsi bahwa saya bukan asli orang kampung. Yang jelas, saya cinta kampung halaman Tanah Batak. Mangaluku sawah dengan kerbau pun pernah saya lakoni,” katanya.

Berkontribusi Membangun Daerah

Setelah pensiun dari Polri, Edward Aritonang tetap aktif berkontribusi membangun daerah. Ia diketahui mendirikan Hotel Noah di kawasan dekat Bandara Silangit, Siborongborong, serta ikut menggagas pembangunan Tugu Toga Aritonang di kawasan Danau Toba.

Selain itu, sebelum wafat ia juga menjabat Ketua Umum BPD Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Jaya periode 2025–2030.

Dalam berbagai kesempatan, ia kerap mengimbau para perantau, termasuk pensiunan aparatur negara, agar kembali ke kampung halaman untuk membangun daerah.

Kepergian Edward Aritonang menjadi kehilangan besar bagi keluarga, masyarakat Batak, serta institusi Kepolisian. Ia dikenang sebagai sosok pemimpin yang rendah hati, dekat dengan masyarakat, serta memiliki dedikasi tinggi bagi bangsa dan negara.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima segala amal ibadah dan pengabdian almarhum serta memberikan kekuatan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan. (red/tam)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.