Tiorida Simanjuntak, “Ratu Radio” dari Medan: Merintis Karier dari Loper Koran hingga Membangun Kardopa Group
Danau Toba Center, Nama Tiorida Simanjuntak dikenal dalam perjalanan industri penyiaran swasta di Sumatera Utara. Perempuan yang kerap dijuluki “Ratu Radio” ini merintis karier dari pekerjaan sederhana sebagai loper koran, kemudian menjadi wartawati dan menangani bagian periklanan, hingga membangun jaringan usaha media yang bertahan melintasi berbagai generasi.
BACA JUGA Adian Napitupulu : Anak Jaksa, Aktivis 1998 Sampai Menjadi DPR RI
Perjalanan panjang tersebut menjadi bagian dari sejarah kiprahnya di dunia pers dan penyiaran. Melalui Radio Kardopa dan sejumlah unit usaha lainnya, Tiorida menunjukkan bagaimana ketekunan, keberanian mengambil peluang, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan teknologi dapat menjadi modal penting dalam membangun usaha media.
Pada 3 Februari 2023, Tiorida menerima Kartu Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang berlaku seumur hidup. Kartu tersebut diserahkan Ketua Umum PWI Pusat saat itu, Atal S. Depari, didampingi Ketua PWI Sumatera Utara, Farianda Sinik, di Kota Medan. Penghargaan itu diberikan atas usulan PWI Sumatera Utara dengan mempertimbangkan perjalanan panjang dan konsistensinya di bidang penyiaran. Sumber: Suara Karya.
Mengawali Karier dari Loper Koran
Perjalanan Tiorida Simanjuntak di industri media massa dimulai pada 1974. Ketika itu, ia bekerja di sebuah surat kabar di Medan sebagai loper koran. Pekerjaan tersebut menjadi pintu masuknya untuk mengenal dunia jurnalistik, distribusi informasi, serta dinamika perusahaan media.
Dari pengalaman awal itu, kariernya berkembang. Tiorida kemudian menjalani pekerjaan sebagai wartawati dan terlibat dalam bagian periklanan. Pengalaman di berbagai bidang tersebut memberinya pemahaman mengenai pemberitaan, hubungan dengan masyarakat, serta aspek komersial yang menopang keberlangsungan sebuah media.
Pengalaman bekerja di lingkungan surat kabar menjadi bekal penting ketika ia mulai membangun usaha penyiaran. Ia tidak hanya melihat media sebagai sarana menyampaikan informasi dan hiburan, tetapi juga sebagai usaha yang membutuhkan pengelolaan, kedisiplinan, dan kemampuan membaca kebutuhan pendengar.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa kiprah Tiorida tidak dibangun dalam waktu singkat. Ia memulai dari pekerjaan dasar, mempelajari dunia media secara langsung, lalu mengembangkan pengalaman itu menjadi fondasi untuk mendirikan perusahaan penyiaran.
Mendirikan Radio di Sejumlah Daerah di Sumatera Utara
Langkah Tiorida dalam membangun usaha penyiaran berkembang secara bertahap. Pada 1983, ia mendirikan studio siaran PT Swara Jupti Indah di Sibolga. Tiga tahun kemudian, pada 1986, ia mendirikan studio siaran PT Radio Kardopa di Medan.
Perjalanan itu berlanjut dengan pendirian Radio Kharisma FM pada 1988, Radio Dis FM pada 1995, dan Radio Visi FM pada 2001.
Rangkaian pendirian stasiun radio tersebut menjadi bagian dari perkembangan jaringan usaha yang kemudian dikenal melalui Kardopa Group. Dengan mengembangkan usaha di beberapa wilayah, Tiorida memperluas kiprahnya dalam industri penyiaran Sumatera Utara.
Pembangunan jaringan radio juga menuntut kemampuan mengelola sumber daya manusia, menjaga kesinambungan operasional, memahami karakter pendengar, serta menyesuaikan program dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Bagi Tiorida, perjalanan membangun usaha media bukan sekadar menghadirkan stasiun radio baru. Keberlangsungan siaran dan hubungan dengan pendengar menjadi bagian penting yang perlu dipertahankan dari tahun ke tahun.
Radio Kardopa, Media Legendaris di Kota Medan
Radio Kardopa menjadi salah satu nama yang paling melekat dengan perjalanan Tiorida Simanjuntak. Beroperasi di Kota Medan, stasiun radio ini dikenal dengan frekuensi 99,4 FM dan telah melewati berbagai perubahan dalam industri penyiaran.
Pada 2023, Radio Kardopa merayakan ulang tahun emasnya yang ke-50. Perayaan tersebut menjadi penanda perjalanan panjang sebuah media penyiaran yang berkembang bersama perubahan sosial, budaya, dan teknologi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyebut Radio Kardopa sebagai salah satu pelopor radio swasta yang tetap berkontribusi dalam penyampaian informasi dan hiburan kepada masyarakat. Dalam perayaan ulang tahun emas itu, Tiorida menyampaikan apresiasi kepada para pendengar yang selama ini mendukung keberlangsungan radio tersebut.
“Radio Kardopa itu berkat dari pendengarnya,” demikian pesan Tiorida yang diberitakan dalam publikasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya hubungan antara lembaga penyiaran dan masyarakat. Bagi sebuah radio, kepercayaan pendengar merupakan modal yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan bisnisnya.
Kantor Radio Kardopa berlokasi di Jalan Iskandar Muda kota Medan, berdasarkan informasi yang dihimpun. Keberadaan radio tersebut selama puluhan tahun menjadikannya bagian dari sejarah perkembangan media lokal di ibu kota Sumatera Utara.
Konsisten Mengangkat Budaya dan Musik Daerah
Salah satu karakter yang dikaitkan dengan Radio Kardopa adalah kedekatannya dengan masyarakat Sumatera Utara yang memiliki latar belakang suku, bahasa, dan budaya yang beragam.
Di tengah persaingan industri hiburan, musik daerah dan program yang dekat dengan kehidupan masyarakat menjadi bagian dari identitas penyiaran lokal. Pendekatan ini memungkinkan radio menjangkau pendengar yang memiliki beragam selera dan latar belakang.
Kedekatan dengan masyarakat merupakan aspek penting dalam mempertahankan eksistensi radio. Di saat berbagai media berlomba menawarkan konten baru, program yang sesuai dengan kebutuhan pendengar setempat dapat menjadi pembeda.
Radio Kardopa juga menghadapi perubahan selera musik dari masa ke masa. Dari era ketika lagu-lagu populer diputar menggunakan pita kaset hingga masa ketika konten audio dapat diakses melalui perangkat digital, perkembangan teknologi turut mengubah cara masyarakat menikmati siaran.
Dalam menghadapi perubahan tersebut, Tiorida dan jajaran pengelola Kardopa Group berupaya mempertahankan keberadaan radio sekaligus mengikuti perkembangan teknologi.
Beradaptasi dari Pita Kaset ke Era Digital
Industri radio mengalami perubahan besar seiring hadirnya internet, telepon pintar, layanan streaming, dan media sosial. Perubahan ini menuntut pengelola radio untuk memperluas cara penyampaian konten agar tetap dapat menjangkau pendengar.
Radio Kardopa turut beradaptasi melalui pengembangan akses digital. Dengan dukungan teknologi, siaran radio tidak lagi hanya bergantung pada perangkat penerima radio konvensional, tetapi dapat diperluas melalui layanan audio berbasis internet sesuai ketersediaan platformnya.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan relevansi radio di tengah persaingan dengan berbagai layanan hiburan digital.
Pengalaman panjang Tiorida menunjukkan bahwa membangun usaha media tidak cukup hanya mengandalkan nama besar atau sejarah. Pengelola juga perlu memahami perubahan perilaku masyarakat dan memanfaatkan teknologi yang tersedia.
Radio Kardopa pun menjadi contoh perjalanan media lokal yang berupaya mempertahankan identitasnya sambil menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Kardopa Group dan Pengembangan Berbagai Usaha
Selain bergerak di bidang penyiaran, Tiorida dikenal mengembangkan jaringan usaha yang mencakup beberapa sektor. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam bahan profil, jejaring usaha tersebut meliputi Radio Kardopa dan Radio Visi FM di Medan, Radio Dis di Tebing Tinggi, Radio Kharisma di Balige, serta PT Swara Jupti Indah atau Radio Tjupti di Sibolga.
Jaringan usaha yang disebutkan juga mencakup Graha Kardopa Hotel, Visi Pro, PT Najogi yang bergerak di bidang periklanan, serta sejumlah unit usaha lainnya.
Dalam salah satu pemberitaan mengenai kiprahnya, Tiorida disebut memiliki 14 perusahaan. Namun, rincian lengkap badan usaha, status operasional, serta struktur kepemilikan masing-masing perusahaan perlu dikonfirmasi melalui data perusahaan terbaru.
Pengembangan berbagai unit usaha memperlihatkan luasnya bidang yang digeluti Tiorida. Pengalaman di media menjadi salah satu fondasi, sedangkan diversifikasi usaha membuka peluang untuk memperluas kegiatan ekonomi dan menciptakan kesempatan kerja.
Di sisi lain, pengelolaan banyak perusahaan juga menuntut pembagian tanggung jawab, sistem manajemen yang baik, dan perencanaan jangka panjang agar usaha dapat berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Mendapatkan Kartu Anggota PWI Seumur Hidup
Salah satu momen penting dalam perjalanan Tiorida terjadi pada Jumat, 3 Februari 2023. Pada kesempatan itu, Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari menyerahkan Kartu Anggota PWI yang berlaku seumur hidup kepada Tiorida Simanjuntak.
Penyerahan tersebut didampingi Ketua PWI Sumatera Utara, Farianda Sinik. Pemberian kartu itu merupakan bentuk pengakuan atas perjalanan panjang Tiorida di bidang media dan penyiaran.
Dalam pemberitaan mengenai penyerahan kartu tersebut, Tiorida disebut telah menjalani aktivitas di bidang radio secara konsisten selama puluhan tahun. Ia mengungkapkan kegembiraan dan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterimanya.
Bagi Tiorida, pengakuan tersebut menjadi dorongan untuk terus berkarya. Penghargaan itu juga menandai hubungan panjang antara dirinya dan dunia pers, yang telah dimulai sejak bekerja sebagai loper koran pada 1974.
Penghargaan MURI dan Kepedulian terhadap Danau Toba
Selain kiprah di dunia penyiaran, Tiorida juga dikaitkan dengan kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya Danau Toba
.
Dalam pemberitaan Harian Waspada pada Februari 2023, Tiorida disebut menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) terkait kegiatan bersih-bersih Danau Toba. Pada periode yang sama, ia juga diberitakan menerima Kartu Anggota PWI seumur hidup.
Kegiatan tersebut memperlihatkan sisi lain dari kiprahnya, yakni upaya menghubungkan peran media dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Danau Toba merupakan salah satu kawasan penting di Sumatera Utara, baik dari sisi lingkungan, pariwisata, ekonomi, maupun identitas budaya masyarakat Batak. Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan media.
Dalam konteks ini, radio dapat berperan sebagai sarana penyebaran informasi, edukasi, serta ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Adapun rincian kategori dan dasar penetapan rekor MURI tersebut sebaiknya merujuk pada sertifikat atau keterangan resmi MURI agar dapat dicantumkan secara akurat.
Memegang Teguh Prinsip Kerja dan Doa
Di balik perjalanan panjangnya dalam membangun usaha, Tiorida juga menekankan pentingnya keseimbangan antara bekerja dan berdoa.
Dalam sebuah podcast Radio Kardopa 99,4 FM pada 18 April 2022, ia menyampaikan pandangannya mengenai kehidupan yang harus dijalani dengan mengingat Tuhan.
“Hidup ini horizontal vertikal, kita harus ingat untuk bekerja, harus ingat juga berdoa kepada Tuhan,” demikian pesan Tiorida dalam kutipan yang disampaikan pada bahan profil ini.
Bagi dirinya, kerja keras perlu disertai rasa syukur dan keyakinan bahwa kehidupan tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian materi. Prinsip tersebut menjadi bagian dari cara pandangnya dalam menjalani pekerjaan dan membangun usaha.
Ia juga mengungkapkan bahwa Tuhan begitu baik dalam kehidupannya. Ungkapan tersebut menggambarkan rasa syukur atas perjalanan yang telah dilalui, termasuk berbagai tantangan selama membangun usaha media.
Nilai kerja keras, doa, dan rasa syukur menjadi pesan yang ingin ia sampaikan kepada keluarga maupun orang-orang yang mengenal perjalanan hidupnya.
Pendidikan dan Harapan agar Anak Lebih Maju
Dalam perjalanan pendidikannya, Tiorida disebut hanya menamatkan pendidikan hingga tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Meski demikian, keterbatasan pendidikan formal tidak menghentikannya untuk terus belajar melalui pengalaman dan mengembangkan usaha.
Pengalaman hidup menjadi ruang pembelajaran yang membentuk pemahamannya tentang pekerjaan, tanggung jawab, serta pengelolaan perusahaan.
Dalam sebuah wawancara, ia menyampaikan tekad agar anak-anaknya memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik. Ia memiliki satu putra dan tiga putri, dan berupaya mendorong mereka menempuh pendidikan hingga ke luar negeri.
“Anak-anak saya harus lebih baik dari saya, karena itu saya sekolahkan anak-anak saya sampai keluar negeri,” demikian pernyataan Tiorida sebagaimana dikutip dalam bahan profil ini.
Pernyataan tersebut menggambarkan harapannya agar generasi penerus memiliki bekal pendidikan dan wawasan yang lebih luas. Baginya, keberhasilan orang tua bukan hanya diukur dari usaha yang dibangun, tetapi juga dari kesempatan yang dapat diberikan kepada anak-anak untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Pendidikan menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang yang diharapkan dapat memperkuat masa depan keluarga sekaligus mendukung keberlanjutan usaha.
Kardopa dan Makna Doa dalam Perjalanan Keluarga
Nama Kardopa dalam bahan profil ini dijelaskan sebagai singkatan dari “Karena Doa Papa”. Makna tersebut dikaitkan dengan nilai kekeluargaan dan keyakinan yang menyertai perjalanan usaha Tiorida.
Nama perusahaan atau merek yang memiliki makna personal dapat menjadi pengingat terhadap nilai-nilai yang ingin dipertahankan oleh pendirinya. Dalam perjalanan Kardopa Group, unsur doa dan keluarga disebut menjadi bagian dari cerita yang menyertai perkembangan usaha.
Di tengah kesibukan mengelola perusahaan, Tiorida juga berupaya mempersiapkan keberlanjutan usaha dengan melibatkan generasi berikutnya.
Pada perayaan ulang tahun emas Radio Kardopa pada 2023, ia menyampaikan rencana estafet kepemimpinan kepada anak-anaknya. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan agar usaha yang dibangun selama puluhan tahun dapat terus berjalan.
Regenerasi merupakan salah satu tantangan penting dalam bisnis keluarga. Selain mempertahankan nilai dan identitas perusahaan, generasi penerus perlu memiliki kemampuan untuk membaca perubahan pasar, mengembangkan inovasi, serta mengelola usaha secara profesional.
Menyiapkan Regenerasi untuk Masa Depan Kardopa Group
Setelah puluhan tahun mengembangkan usaha, Tiorida mulai memikirkan masa depan jaringan perusahaan yang dibangunnya. Dalam perayaan ulang tahun ke-50 Radio Kardopa pada 2023, ia mengungkapkan pentingnya memberikan kesempatan kepada anak-anaknya untuk meneruskan usaha tersebut.
Langkah regenerasi ini tidak hanya menyangkut pergantian kepemimpinan, tetapi juga kesinambungan visi dan kemampuan perusahaan menghadapi perubahan zaman.
Media penyiaran kini menghadapi tantangan berupa perubahan pola konsumsi informasi, persaingan dengan platform digital, serta kebutuhan untuk menyajikan konten yang relevan dan dapat dipercaya. Dalam situasi tersebut, generasi penerus perlu menjaga kepercayaan pendengar sekaligus mencari pendekatan baru untuk mengembangkan bisnis.
Keberlanjutan Kardopa Group akan bergantung pada kemampuan manajemen untuk mempertahankan hubungan dengan masyarakat, meningkatkan kualitas layanan, dan mengembangkan usaha sesuai kebutuhan zaman.
Bagi Tiorida, estafet kepemimpinan menjadi bagian dari perjalanan panjang yang tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Usaha yang dirintisnya diharapkan tetap memiliki tempat dalam industri media dan kehidupan masyarakat Sumatera Utara.
Kiprah yang Menjadi Inspirasi bagi Perempuan di Dunia Media
Perjalanan Tiorida Simanjuntak menggambarkan pengalaman seorang perempuan yang meniti karier dari pekerjaan sederhana hingga memimpin jaringan usaha media. Ia memulai dari distribusi surat kabar, mengenal pekerjaan jurnalistik, kemudian membangun bisnis penyiaran dengan memperluas jangkauan usaha secara bertahap.
Perjalanan tersebut juga memperlihatkan pentingnya keberanian mengambil peluang, konsistensi, kemampuan beradaptasi, serta dukungan keluarga dalam menghadapi perubahan industri.
Julukan “Ratu Radio” yang melekat pada dirinya mencerminkan pengenalan masyarakat terhadap kiprahnya dalam dunia penyiaran Sumatera Utara. Namun, perjalanan tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran karyawan, rekan kerja, pendengar, mitra usaha, dan keluarga yang turut mendukung keberlangsungan perusahaan.
Penghargaan PWI seumur hidup pada 2023 menjadi salah satu penanda perjalanan panjangnya di dunia media. Sementara itu, perayaan 50 tahun Radio Kardopa menunjukkan bahwa usaha penyiaran yang dirintisnya telah melewati perubahan besar dalam teknologi dan perilaku masyarakat.
Dari loper koran hingga menjadi pengusaha media, Tiorida Simanjuntak menorehkan perjalanan yang memperlihatkan bahwa kesuksesan dapat dibangun melalui proses panjang, kerja keras, dan kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat.
Kisah Tiorida Simanjuntak bukan sekadar cerita tentang pertumbuhan sebuah perusahaan radio. Perjalanannya juga mencakup pengalaman jurnalistik, perjuangan membangun usaha, kepedulian terhadap lingkungan, nilai spiritual, serta harapan agar generasi penerus dapat melanjutkan apa yang telah dirintis.
Di tengah perubahan industri media, pengalaman Radio Kardopa dan Kardopa Group menjadi bagian dari dinamika penyiaran lokal di Sumatera Utara. Keberlanjutan usaha tersebut akan menjadi ujian sekaligus peluang bagi generasi berikutnya untuk mempertahankan identitas perusahaan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat.
Bagi Tiorida, kerja keras, doa, pendidikan, dan keluarga merupakan nilai-nilai yang menyertai perjalanan hidupnya. Dari Medan, kiprahnya menjadi salah satu kisah perempuan pelaku usaha media yang patut dicatat dalam perkembangan industri penyiaran daerah.
(red/tam/net/berbagaisumber)





Tidak ada komentar