Berdiri Sejak 1948 di Siantar, Inilah Wisata Religi Kuil Hindu Shri Mariamman

Catatan : Tagor Sitohang

SIANTAR, Tak banyak yang tahu Kuil Hindu Shri Mariamman di Kelurahan Karo kecamatan Siantar Selatan kota Pematangsiantar ini.

Menurut Pandita Mithun Khrisna yang bertugas di Kuil Hindu Shri Mariamman, bahwa Kuil Shri Mariamman sudah berdiri Sejak tahun 1948. dan mungkin saja karena umur bangunan dan kepercayaan Hindu tamil sudah lebih 70 tahun menjadi salah satu kunjungan wisata Religi di kota Pematangsiantar.

Kuil Hindu Shri Mariamman di jalan Diponegoro Pematangsiantar.
"Kuil Hindu Shri Mariamman atau disebut Kuil Hindu Shri Mariamman. Kuil Hindu Shri Mariamman didirikan A. Anamalay , ibu M.Sundri. dan M. Munsami pada tahun 1948, bahkan sebelum kuil berdiri agama hindu sudah ada di kota Pematangsiantar,"kata Pandita Mithun Krisna di Kuil Hindu Shri Mariamman jalan Diponegoro kota pematangsiantar, jumat (19/10/2018).

Lebih jauh Pandita Mithun Krisna mengatakan, Kuil Hindu Shri Mariamman jalan Diponegoro mendata, bahwa ada 100 Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar resmi, baik dari kota Pematangsiantar dan sebagian diwilayah kabupaten Simalungun, Kuil.

Para Dewa dilokasi Kuil Hindu Shri Mariamman di jalan Diponegoro Pematangsiantar.
" Kuil Hindu Shri Mariamman adalah Kuil Hindu Tamil satu-satunya yang ada di Siantar Simalungun, Kuil Hindu lainnya ada tapi ajarannya berbeda,'ungkapnya.

Untuk beribadah di Kuil Hindu Shri Mariamman dilaksankan setiap hari Jumat pukul jam 18:00 - sampai dengan 22:00 wib.

Para Dewa Ajarkan Keadilan dan Kejujuran 

Kuil Shri Mariamman diresmikan Walikota Siantar Hefriansyah. SE, MM.
Pandita Mithun Krisna juga menjelaskan ajaran Hindu Tamil juga mengajarkan cinta kasih, kebaikan, kejujuran dan keadilan bagi semua mahluk Tuhan.


"Sama seperti agama lain, agama Hindu mengajarkan titah para Dewa, yaitu mengajarkan keadilan, kebenaran (simbol=Pedang/parang), sikap tolong menolong (Tongkat), kebijaksanaan, kewibaan, memberi kehidupan kepada semua mahluk Tuhan,"terang Pandita Minthun.

Dalam ajaran hindu juga ada Trisula, bahwa didunia ini ada kelahiran, kehidupan dan kematian.

"lambang Trisula itu mengartikan, bahwa didunia ini ada Kelahiran, kehidupan dan kematian," kata Pandita Minthun Krisna, yang juga dosen khusus disalah satu STT (Sekolah Tinggi Thelogia) di kota Siantar mengajarkan perbandingan agama.

Tuhan Menciptakan Berpasangan 

Pintu Masuk  Kuil Hindu Shri Mariamman di jalan Diponegoro Pematangsiantar.
Hindu juga mengajarkan kepercayaan, bahwa Tuhan menciptakan kehidupan ini berpasangan (laki-lakidan perempuan), setiap yang diciptakan manusia itu berpasangan.

Demikian juga kisah para Dewa, bahwa para dewa hidupnya juga berpasangan, seperti Dewa Wisnu pasangannya adalah dewa Krisna. Dewa Wisnu kita ketahui mengajarkan  kebenaran dan keadilan bagi semua umat di dunia, menegakkan darma (kebenaran), dari Adharma (Ketidakadilan). sehingga kita harapkan manusia dapat adil untuk memelihara bumi.

Penulis dengan Pendeta Minthun Khrisna
dan kedua anaknya.
Demikian juga dewa Brahma, Dewa Pencipta pendampingnya adalah Dewi Saras westi atau Dewi ilmu pengetahuan

Wisnu dewa Pemelihara pendampinginya adalah dewi Lasmi Pemberi Rejeki.

Dewa Siwa atau pendampinya adalah Dewi Shekti atau dewi sakti yaitu Dewi Shri Mariahmman.

"Inilah kenapa kita harus memiliki kesaktian atau ilmu pengetahuan. kalau tidak ada kesaktian kita tidak akan memiliki kekuatan untuk membangun bangsa. itulah nama Kuil ini, Kuil  Shri Mariahmman,"jelas Mithun.


Pendeta Mithun juga menyampaikan, agar sesama anak Siantar dan hidup berdampingi dengan suku maupun agama lainnya, untuk terus menjaga keharmonisan yang telah terpelihara dengan baik.

"Saya berharap sesama anak siantar kita sama-sama menjaga keberagaman, berbeda agama , suku dan keyakinan. Saya bangga dengan Raja Siantar dimana akhirnya Siantar menjadi kota Toleran, ada kampung Keling, ada kampung Melayu, Toba, Simalungun dan tempat lainnya, Ini kekayaan kita sebagai warga Siantar, mari terus kita tingkatkan dan kita jaga,"kata Pendeta Minthun menutup pembicaraan.

Pandita Minthun berbincang dengan Elie Silalahi tokoh masyarakat kampung Kristen
dilokasi Kuil Hindu Shri Mariamman di jalan Diponegoro Pematangsiantar.
Ditempat yang sama, Elie silalahi Salah seorang tokoh masyarakat Batak di Kampung Kristen kota pematangsiantar sangat mendukung hidup toleransi dikota Pematangsiantar.

"terimaksih peda sausdara kita beragama Hindu yang tetap komit menjaga toleransi agama di Siantar. kalau kita menghormati agama orang lain, berarti kita menghormati dan mentaati ajaran agama kita masing-masing,"ujar Elie Silalahi.*


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.