Minyak Jelantah Disulap Jadi Lilin, HKBP Distrik Banten Dorong Gerakan Merawat Ciptaan
Banten - Danau Toba Center, Kabar baik datang dari HKBP Distrik Banten melalui sebuah gerakan kreatif mengolah minyak jelantah menjadi lilin. Limbah rumah tangga yang selama ini kerap dibuang begitu saja tersebut kini dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai guna sekaligus membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Lilin hasil daur ulang minyak jelantah itu direncanakan digunakan dalam Ibadah Pengucapan Syukur 165 Tahun HKBP yang akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Oktober 2026 mendatang.
BACA JUGA Mengenal Bunthora Situmorang, Maestro Musik Batak dan Kisah Panjang Trio Lasidos
![]() |
| Minyak Jelantah Disulap Jadi Lilin, HKBP Distrik Banten Dorong Gerakan Merawat Ciptaan/ist |
Gerakan tersebut juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Sejumlah distrik HKBP lainnya disebut telah mulai mengambil langkah konkret dalam mengelola sampah dan memanfaatkannya menjadi berkat bagi kehidupan.
Bagi gereja, menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab iman. Bumi merupakan ciptaan Tuhan yang dipercayakan untuk dirawat, sehingga upaya mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih bermanfaat, serta mendaur ulang limbah menjadi bagian dari panggilan bersama.
Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin juga memiliki pesan simbolis yang kuat. Sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah dapat diubah menjadi sumber cahaya. Dari minyak bekas menjadi lilin, terdapat pesan tentang bagaimana hal-hal sederhana dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan kreativitas dan kepedulian.
Pdt. Dr. Victor Tinambunan turut menyampaikan terima kasih kepada Inang Praeses Pdt. Sumihar Sinaga, M.Th., D.Min., serta Kabid Diakonia, Inang St. Dra. Tiurida Hutabarat, atas dukungan terhadap gerakan tersebut.
Inisiatif HKBP Distrik Banten diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Gerakan ini dapat berkembang menjadi budaya bersama di lingkungan HKBP, sehingga semakin banyak warga jemaat terlibat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Pesannya sederhana namun bermakna: dari minyak jelantah menjadi cahaya, dari limbah menjadi berkat, dan dari kepedulian menjadi gerakan nyata untuk merawat bumi sebagai rumah bersama. (red/tam)






Tidak ada komentar